Bagian 3: Kebiasaan Kecil yang Membuat Tertawa

 






                       Makan seperti raja, buang air harus ditemani
 

Setiap hewan punya kebiasaannya sendiri. Dan Leon, si kucing “tak dijemput itu,” punya banyak sekali keunikan yang tak pernah gagal membuat saya tertawa, atau menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Pertama, soal makan. Leon punya nafsu makan yang besar. Ia makan dengan lahap dan tidak pernah menyisakan. Setiap kali saya menyajikan makanannya, ia akan langsung datang seolah tahu bahwa itu adalah momen favoritnya. Bahkan kadang belum saya letakkan sepenuhnya di lantai, kepalanya sudah nyodok duluan. Tidak pilih-pilih makanan, selama aromanya kuat dan teksturnya lembut, Leon akan sikat habis.

Tapi urusan buang air, itu lain cerita.

Leon tidak bisa buang air sendiri tanpa “ditemani”. Ya, benar-benar ditemani. Kalau saya tidak ikut berdiri atau duduk dekat litter box-nya, dia akan mondar-mandir gelisah. Kadang mengeong sambil menatap saya seperti bilang, “Ayo dong, temenin aku pipis.”

Lucunya, ia tidak akan mulai sampai saya ikut duduk atau berdiri di dekatnya. Begitu saya temani, barulah ia masuk ke litter box, menggali sedikit, lalu buang air dengan ekspresi penuh konsentrasi. Setelah selesai, ia keluar dan menatap saya lagi, entah berterima kasih, atau minta saya cepat-cepat bersihkan.

Pernah suatu hari saya coba pura-pura tidak peduli, ingin membiasakannya mandiri. Tapi Leon justru terlihat makin bingung dan memilih menahan pipisnya. Akhirnya saya menyerah. Dan sejak itu, saya terbiasa menganggap waktu buang air sebagai momen ‘privat’ yang harus saya dampingi seperti ritual khusus.

Kebiasaan ini membuat saya merasa seperti orang tua yang harus sigap saat anaknya bilang, “Bu, mau ke kamar mandi.”

Tapi di balik semua itu, saya sadar satu hal: Leon mempercayai saya, bahkan dalam momen paling buruk sekalipun.

Komentar

Yang Banyak Dibaca

Bagian 9: Bertahan untuk Leon

Bagian 2: Hari-hari Bahagia

Bagian 6: Antara Hidup dan Mati, dan Memilih Tempat yang Benar