Ramadan dan Kenangan
Ini tahun pertama tanpa langkah kecilmu, Leon, tanpa dengkur halus di sudut sajadah. Ibu belajar kuat, meski hati sering runtuh, sebab rumah terasa sepi tanpa hadirmu yang menenangkan. Ramadan tahun ini, ada ruang kosong yang tak bisa Ibu abaikan. Dulu engkau setia duduk saat sahur menjelang pagi, mata beningmu menatap, seolah ikut berdoa. Waktu berbuka, engkau pun selalu paling sabar menunggu, tak ribut, tak meminta. Kini adzan terdengar begitu panjang, karena namamu tak lagi menjawab dalam ruang kenang. Lebaran nanti pun akan terasa berbeda, tak ada engkau yang menyambut Ibu dengan manja selepas salat Ied. Namun Ibu percaya, kasih tak pernah benar-benar pergi, ia tinggal sebagai doa, sebagai rindu, sebagai sunyi. Jika surga punya sudut paling damai di sana,tinggallah dengan bahagia, tanpa sakit dan luka, doakan Ibu dari jauh, seperti dulu kau setia menemani setiap waktu