Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Ramadan dan Kenangan

Gambar
Ini tahun pertama tanpa langkah kecilmu, Leon, tanpa dengkur halus di sudut sajadah. Ibu belajar kuat, meski hati sering runtuh, sebab rumah terasa sepi tanpa hadirmu yang menenangkan. Ramadan tahun ini, ada ruang kosong yang tak bisa Ibu abaikan. Dulu engkau setia duduk saat sahur menjelang pagi, mata beningmu menatap, seolah ikut berdoa. Waktu berbuka, engkau pun selalu paling sabar menunggu, tak ribut, tak meminta. ‎ Kini adzan terdengar begitu panjang, karena namamu tak lagi menjawab dalam ruang kenang. Lebaran nanti pun akan terasa berbeda, tak ada engkau yang menyambut Ibu dengan manja selepas salat Ied. Namun Ibu percaya, kasih tak pernah benar-benar pergi, ia tinggal sebagai doa, sebagai rindu, sebagai sunyi. ‎ Jika surga punya sudut paling damai di sana,tinggallah dengan bahagia, tanpa sakit dan luka, doakan Ibu dari jauh, seperti dulu kau setia menemani setiap waktu  

Ruang Rindu

Gambar
  Leon, bila ikhtiar Ibu gugur di bumi fana, ‎ bila doa tak sempat menjelma bahagia, ‎ izinkan harap berlayar melewati semesta, ‎ mencari takdir di batas dunia yang berbeda. ‎ ‎ Jika raga tak sembuh di kehidupan ini, ‎ jika pertemuan kita harus berhenti di sini, ‎ bolehkah Ibu percaya pada kisah yang sunyi, ‎ tentang jiwa yang pulang, lalu terlahir kembali. ‎ ‎ Andai reinkarnasi memang nyata adanya, ‎ datanglah lagi ke dunia dengan cahaya sempurna, ‎ menjadi bayi laki-laki bermata penuh cahaya, ‎ tampan, suci, tanpa luka dan derita. ‎ ‎ Dan kelak, saat mata kita saling bertemu, ‎ hati Ibu akan bergetar tanpa ragu, ‎ tanpa perlu nama, tanpa perlu waktu, ‎ Ibu tahu, itu adalah engkau, ‎ yang pulang dengan wujud baru. ‎ ‎ Ruang Rindu ‎ Di sudut kota Jakarta, 15 November 2025