Bagian 8: Janji yang Saya Bisikkan di Telinganya
Setelah
17 hari Leon dirawat di klinik pasca operasi ulang, saya memutuskan untuk
membawanya pulang. Bukan karena ia sudah sepenuhnya sembuh, tapi karena saya
percaya: rumah adalah tempat terbaik untuk menyembuhkan hati, dan tubuh akan
ikut menyusul.
Hari
itu saya menatap Leon yang masih lemah di dalam box-nya. Sebelum keluar dari
klinik, saya membisikkan satu janji di telinganya, “Nanti kita pindah ke rumah
baru ya, yang ada kamar khusus untuk kamu. Supaya kamu bisa tenang dan nyaman.”
Entah ia mengerti atau tidak, tapi Leon menatap saya dengan mata yang lembut.
Dan saya tahu, dia mendengar.
Selama
perawatan di rumah, saya tidak berani membersihkan luka Leon sendiri. Bukan
karena tidak ingin, tapi saya belum sanggup melihat luka itu secara langsung
tanpa runtuh. Maka setiap pagi dan malam, saya menggunakan jasa paramedis
profesional yang datang ke rumah untuk membantu membersihkan luka, mengganti perban,
dan memastikan Leon tetap stabil.
Leon
mulai belajar beradaptasi. Gerakannya masih pelan, makan harus disuap, dan
istirahatnya panjang. Tapi setiap hari ada kemajuan kecil yang begitu saya
syukuri: dia mulai mengeong pelan, mulai mau menatap mata saya lebih lama, mulai
geser posisi tidur mendekat.
Sementara
itu, saya mulai mencari rumah baru. Sebuah kontrakan yang punya satu kamar
khusus untuk Leon, sesuai janji saya padanya di malam kami keluar dari klinik.
Saya percaya, janji pada anabul adalah janji pada Tuhan yang menitipkan mereka.
Dan saya tidak ingin mengingkarinya.
Seminggu
setelah Leon pulang ke rumah lama, kami akhirnya pindah ke rumah kontrakan baru.
Sebuah rumah kecil, tapi cukup tenang. Kamar Leon saya tata dengan kain lembut,
litter box bersih, makanan khusus ginjal, dan tempat tidur rendah agar ia bisa
naik sendiri.
Leon
punya ruangnya sendiri sekarang. Tempat di mana ia bisa pulih, bukan hanya dari
luka di tubuhnya, tapi dari trauma yang tidak bisa diceritakannya dengan
kata-kata.
Dan
saya pun perlahan pulih. Tidak ada yang benar-benar selesai, tapi sekarang kami
punya satu hal yang dulu sempat hilang: rasa aman.
Karena
kadang, untuk bisa sembuh, kita hanya butuh seseorang yang benar-benar memegang
janji.

Komentar
Posting Komentar