Bagian 7: Luka Kedua, Luka yang Nyaris Membuat Saya Jatuh

 




Setelah diselamatkan, Leon masih harus berjuang, dan saya pun begitu

 

Saya pikir setelah operasi malam itu, Leon tinggal butuh waktu untuk pulih. Tapi saya salah. Ternyata perjuangan belum selesai. Bahkan bisa dibilang, baru saja dimulai.

Pasca operasi PU, kondisi Leon harus dipantau ketat. Setiap obat yang masuk harus diperhitungkan dengan cermat karena ada satu masalah besar yang ikut membayangi: fungsi ginjal Leon sudah rusak.

Obat yang umum diberikan pasca operasi tidak semua bisa digunakan. Dokter harus menyesuaikan dosis dan jenis, agar tidak memperburuk kondisi ginjalnya. Saya harus ekstra hati-hati, karena sekali salah bisa fatal. Saya belajar dari nol: memahami kandungan suplemen, membaca ulang label makanan, mencatat reaksi tubuh Leon setelah setiap pemberian obat.

Namun ujian belum berakhir. Di hari ketujuh pasca operasi, luka bekas operasinya infeksi dan jahitan terbuka. Saat saya melihat darah dan cairan mulai keluar, tubuh saya gemetar. Leon harus dioperasi ulang.

Bayangkan, tubuh kecil itu baru saja melewati satu operasi besar, dan kini harus kembali masuk ruang bedah. Tapi Leon, dia tetap bertahan. Ia tidak menyerah.

Dalam keputusasaan, saya memutuskan membuka donasi. Bukan karena saya tidak berusaha. Tapi biaya operasi, rawat jalan, makanan khusus ginjal, dan suplemen terbaik benar-benar melebihi kemampuan saya. Saya mengetik kalimat demi kalimat ajakan donasi sambil menangis. Tapi...

Tak satu pun orang merespons.

Tidak ada bantuan. Tidak ada transfer. Tidak ada kata simpati. Hanya sunyi.

Saya hampir merasa seperti orang yang sedang tenggelam dan berteriak, tapi tidak ada yang melihat. Tapi saat hampir putus harapan, justru orang-orang yang selama ini diam, mulai bergerak.

Kakak angkat saya membantu biaya operasional bolak-balik ke klinik. Ibu angkat saya ikut mengisi kekurangan biaya makanan Leon. Bahkan dokter anak-anak saya dulu saat saya masih tinggal di Solo, tanpa diminta, mengirimkan suplemen imun untuk Leon.

Mereka tidak banyak bicara, tapi mereka hadir. Dan mungkin, memang seperti itu cara Tuhan bekerja. Tidak lewat ribuan orang yang bersorak memberi bantuan, tapi lewat segelintir hati yang setia diam-diam. Leon masih terus berjuang. Saya pun begitu. Meskipun hari-hari itu dipenuhi rasa lelah, bau obat, dan ketakutan, saya tahu satu hal:

Saya dan Leon belum selesai.


Komentar